Pages

Featured

Selasa, 26 Januari 2016

Gugusan Yang Kembali Terbentuk

Disaat yang bersamaan, Alfa dan Zarah tiba di jakarta. Ketika dipintu keluar Bandara, mereka berdua bertabrakan dan tidak sadarakan diri. Beberapa saat setelah tidak sadarakan diri mereka terbangun dan saling memandang : Alfa : Partikel.... Zarah : Gelombang... Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya sudah berada di Asko? Alfa : Aku sedang menunggumu Partikel. Zarah : Lalu, apalagi yang kita tunggu? Segeralah kita menuju ke Bukit Jambul. Setelah perbincangan telepati yang mereka lakukan, mereka berdua berdiri dan melanjutkan perjalanan ke tujuan mereka. Bong dan Bodhi mengajak Mpret berserta Elektra ke Bogor untuk menghadiri konser musik. Tiba di Bogor, perhatian Bodhi tertuju kearah bukit yang berada tidak jauh dari lokasi konser. Beberapa saat kemudian, Kepala dan mata kanan Bodhi dan Elektra seketika sakit. Tanpa diberi aba-aba, mereka langsung melihat ke arah bukit tersebut dan mereka berdua menuju kesana. Tiba di kaki bukit, mereka bertemu dengan Alfa dan Zarah. "Akhirnya kalian datang juga" sambut Alfa. Dengan anggukan kecil, Bodhi dan Elektra mengikuti Zarah dan Alfa ke puncak Bukit. Tiba di puncak bukit, Zarah melakukan ritual Shaman untuk membuka pintuk gerbang menuju Asko. Di Asko, mereka disambut oleh Gio dan Bintang Jatuh. Kemudian mereka menempati kendi mereka masing-masing. - End -

Sabtu, 24 Agustus 2013

Menikmati Senja di Sungai Mahakam

Ada beberapa moment yang sangat saya suka untuk menghilangkan kejenuhan dalam menjalani kehidupan yang sangat kompleks ini. Diantara beberapa moment tersebut adalah melihat Sunrise, melihat Sunset, melihat dan mendengar suara deburan ombak, bermain dan melihat Air Terjun. Kali ini saya akan ceritakan tentang sunset.
Banyak tempat untuk menyaksikan sunset, bisa di pantai, gunung, bukit dan dataran tinggi lainnya, dan pantai masih menjadi tempat favorit bagi sebagian orang untuk menyaksikan sunset, bukan berarti tempat-tempat yang lain kurang bagus untuk menyaksikan sang mentari pulang ke peraduannya. Untuk menyaksikan sunset memang harus berada ditempat yang mempunyai sudut pandangan yang luas tanpa harus terhalang oleh bangunan-bangunan pencakar langit. Dan, saya mencoba menyaksikan sunset dari tempat yang berbeda, yaitu di Sungai Mahakam.

Kamis, 19 Juli 2012

Karimundjawa...hadiah wisuda

 
 Akhirnya, setelah 5 tahun kuliah, saya lulus juga dengan gelar S.ST. Par (Sarjana Sains Terapan Pariwisata) :). Untuk merayakannya, saya memutuskan untuk backpacking ke Kepuluan Karimundjawa. Dua minggu saya mempersiapkan segala sesuatu  mulai dari membeli tiket kapal Bahari Express sampe penginapan di Karimundjawa.
Saya berangkat dari Yogyakarta jam 5 sore dengan menggunakan Malsa Travel (Rp. 90.000).sekitar jam 11 malam saya tiba di Jepara. Setibanya disana saya langsung menuju ke Hotel Segoro tapi kebetulan hotel tersebut penuh lalu saya naik becak menuju homestay yang berada di sekitar Pantai Kartini (Homestay Kotabaru Rp.140.000/room/nite/fan). Besok paginya jam 8 dengan ditemenin yang punya homestay saya berencana untuk mengambil tiket kapal Bahari Express dan ternyata karena alasan ombak lagi tinggi maka Kapal Bahari Express gak diperbolehkan beroperasi. Mengetahui hal itu maka saya langsung kembali ke Homestay untuk packing barang dan naik kapal lainnya K.M Muria yang hari itu akan berangkat jam 9 pagi. Dengan tergesa-gesa kami pergi ke dermaga untuk membeli tiket K.M Muria (Rp.31.000), setelah tiket K.M Muria  kami dapatkan sayapun menukar tiket Bahari Express yang sudah kami beli sebelumnya. Setelah kami tiba di K.M Muria gak disangka ternyata kapal tersebut sudah sangat penuh sesak , saking sesaknya banyak orang-orang yang tidur di bawah kursi dan ditempat-tempat yang dilalui orang. Sibuk mencari tempat duduk akhirnya kami memutuskan untuk naik ke atas kapal, disana juga lumayan penuh terutama backpackers baik dari nusantara maupun dari luar negeri. Enam jam berada di kapal dengan ombak yang sangat tinggi membuat banyak orang yang keluar masuk toilet bukan karen ingin buang air tapi karen ingin muntah (gak lagi-lagi naik kapal itu hehehe..). Sekitar jam 3 kami sampai di Karimundjawa, dan kami dijemput oleh pihak hotel Puri Karimun (Rp.130.000/nite/room)dengan menggunakan mobil carry, sampai di Hotel kami langsung beristirahat hingga malam lalu menuju ke Alun-alun Karimundjawa.

Pengalaman berharga akhir tahun 2011


 Cerita ini berdasarkan pengalamnku waktu membawa rombongan ke Bali. Pertama-tama aku mau kasih tau, selain mahasiswa aku juga berprofesi sebagai tour guide domestic freelance. Seperti biasanya pada akhir tahun banyak sekali orderan datang untuk membawa rombongan tour. Waktu itu aku dapat orderan membawa rombongan dari SMA N 2 Bandar Lampung yang merupakan sekolah elit yang ada di Bandar Lampung(sebagian besar mereka adalah anak dari para pejabat dan pengusaha)ke Bali. Awalnya aku ditugaskan untuk melakukan penjemputan ke Lampung tapi sehubungan waktu itu aku dalam perjalan pulang dari tour ke Bandung jadi aku dan pihak travel membuat kesepakatan bahwa aku akan bertemu mereka di Jogja aja. Pada hari H aku pergi ketempat pertemuan yang sudah kami temukan. 

Rabu, 18 Juli 2012

Gunung Api Purba Nglanggeran.

Share buat temen-temen tentang Gunung Api Nglanggeran. Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23 - 27 derajat celcius, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta. Ada dua jalur jalan untuk menuju Objek Wisata ini melalui jalan aspal yang mulus, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung(kerajinan topeng), kemudian menuju Desa Nglanggeran. Jika dari arah Yogyakarta : Bukit Bintang Patuk. Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM (arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun transmisi, menuju desa Nglanggeran. Setelah melewati perempatan radio GCD FM kita akan disuguhi dengan peternakan lebah yang dipelihara oleh masyarakat sekitar dengan jalan yang naik turun dan berkelok-kelok.