Akhirnya, setelah 5 tahun kuliah, saya lulus juga dengan gelar S.ST. Par (Sarjana Sains Terapan Pariwisata) :). Untuk merayakannya, saya memutuskan untuk backpacking ke Kepuluan Karimundjawa. Dua minggu saya mempersiapkan segala sesuatu mulai dari membeli tiket kapal Bahari Express sampe penginapan di Karimundjawa.
Saya berangkat dari Yogyakarta jam 5 sore dengan menggunakan Malsa Travel (Rp. 90.000).sekitar jam 11 malam saya tiba di Jepara. Setibanya disana saya langsung menuju ke Hotel Segoro tapi kebetulan hotel tersebut penuh lalu saya naik becak menuju homestay yang berada di sekitar Pantai Kartini (Homestay Kotabaru Rp.140.000/room/nite/fan). Besok paginya jam 8 dengan ditemenin yang punya homestay saya berencana untuk mengambil tiket kapal Bahari Express dan ternyata karena alasan ombak lagi tinggi maka Kapal Bahari Express gak diperbolehkan beroperasi. Mengetahui hal itu maka saya langsung kembali ke Homestay untuk packing barang dan naik kapal lainnya K.M Muria yang hari itu akan berangkat jam 9 pagi. Dengan tergesa-gesa kami pergi ke dermaga untuk membeli tiket K.M Muria (Rp.31.000), setelah tiket K.M Muria kami dapatkan sayapun menukar tiket Bahari Express yang sudah kami beli sebelumnya. Setelah kami tiba di K.M Muria gak disangka ternyata kapal tersebut sudah sangat penuh sesak , saking sesaknya banyak orang-orang yang tidur di bawah kursi dan ditempat-tempat yang dilalui orang. Sibuk mencari tempat duduk akhirnya kami memutuskan untuk naik ke atas kapal, disana juga lumayan penuh terutama backpackers baik dari nusantara maupun dari luar negeri. Enam jam berada di kapal dengan ombak yang sangat tinggi membuat banyak orang yang keluar masuk toilet bukan karen ingin buang air tapi karen ingin muntah (gak lagi-lagi naik kapal itu hehehe..). Sekitar jam 3 kami sampai di Karimundjawa, dan kami dijemput oleh pihak hotel Puri Karimun (Rp.130.000/nite/room)dengan menggunakan mobil carry, sampai di Hotel kami langsung beristirahat hingga malam lalu menuju ke Alun-alun Karimundjawa.












